Kategori
Berita

Hari 1, Latihan ke 3 : Dataran Tortilla (John Steinbeck)

Karya John Steinbeck ( diterjemahkan oleh Djokolelono)

Pendahuluan

Inilah Kisah Danny , kawan-kawan Danny, dan rumah Danny. Kisah tentang bagaimana ketiga hal itu menjelma menjadi suatu kesatuan. Di Dataran Tortilla, bila kita bicara tentang rumah Danny, yang kita maksud bukanlah bangunan kayu berlapiskan kapur pemutih dinding di antara keliaran belukar mawar Castillee yang tak terurus. Bukan. Rumah Danny adalah suatu kesatuan manusia-manusia, kesatuan yang memancarkan kemanisan dan keriaan hidup, kedermawanan, dan pada akhirnya- kesedihan penuh mistik. Sebab rumah Danny dan kawan-kawan Danny bukannya tidak mirip dengan kesatria-kesatria Inggis kuno dengan Meja Bundar mereka. Inilah kiah tentng bagaimana kesatuan itu terbentuk , berkembang, dan menjelma menjadi suatu perkumpulan yang indah dan bijaksana. Kisah ini bertalian dengan petualangan kawan-kawan Danny , amal mereka, pikirin-pikiran mereka, dan jerih payah mereka. Dan pada akhir kisah Akan diceritakan pula bagaimana jimat penghidup kumpulan ini lenyap dan mereka menjadi berantakan.

Di Monterey , kota tua di pantai California¬† itu, semua orang tahu tentang kisah ini. Diceritakan berulang-ulang, kadang-kadang dengan bumbu-bumbu pula. Karenanya , tepatlah bila kisah ini segera dibukukan. Agar para ahli di kemudian hari tidak menganggap DAnny dan kawan-kawannya hanyalah tokoh-tokoh sebangs Arthur , atau Roland , ataupun Robin Hood . Jangan sampai pada ahli itu berkata “Danny, kawan-kawn Danny dan rumah Danny sebetulnya tidak ada. Danny itu dewa alam setempat. Kawan-kawannya merupakan simbol primitif angin, langit , dan matahari” Untuk mengusir cibiran par ahli berpandangan kecut ini , sekarang dan untuk selamny , kisah ini ditulis.

Monterey bertengger di punggung sebuah bukit. Di bawah tehampar teluk berair biru. Di belakangnya merimbun hutan punis berbatang tinggi dan gelap. Bagian kota sebelah bawah didiami orang-orang Amerika, Italia, nelayan penangkap ikan, dan perusahaan pengalengan ikan. Tetapi di atas bukit, di mana bagian kota berjabatan dengan daerah hutan, di mana jalan-jalan belum mengenal aspal dan sudut jalan tak tahu-menahu tentang lampu jalanan, penduduk asli Monterey bergulat dengan kehidupannya, seperti orang-orang Britania Kuno bergulat di Wales . Mereka disebut kaun paisano.

Mereka tinggal di rumah-rumah kayu dengan halaman tak terurus, penuh sesak. Rumah-rumah itu kadang-kadang berada diantara pohon-pohon pinus. Mereka terlepas dari nafsu perdagangan, bebas dari keruwetan sistem niaga Amerika. Dan, mereka tak mempunyai sesuatu apa pun yang bisa dicuri, diperas, ataupun digadaikan, jadi sistem kehidupan Amerika tidaklah bgitu bersemangat untuk menguasai mereka.

Apakah paisano ? Paisano ialah campuran darah Spanyol, Indian , Meksiko ,dan berbagai ras kulit putih Eropa. Nenek moyangnya telah berdian di California selama seratus atau dua ratus tahun lebih. Ia berbahasa Inggis dengan logat paisano, dan berbahasa Spanyol dengan logat paisano pula. Bila ditanya tentang rasnya, ia bersikeras mengaku keturunan Spanyol murni, lalu membuktikannya dengan menyingsingkan lengan kemeja untuk menunjukan bahwa bagian lembut lengannya berkulit hampir putih. Warna kulitnya yang seperti pipa sawo matang menurut dia disebabkan terbakar oleh sinar matahari. Ia seorang paisano, dan ia tinggal di daerah ketinggian kota Monterey , di daerah yang bernama Dataran Tortilla, walaupun sebetulnya daerah itu sama sekali tidak datar.

Danny seorang paisano. Ia lahir dan besar di Dataran Totilla. Semua orang menyukainya, walaupun ia tak memiliki keistimewaan yang membuatnya menonjol diantara sekian banyak anak-anak Dataran Tortilla yang suka bising itu. Ia memiliki hubungan keluarga dengan hampir semua orang di Dataran Tortilla, entah berdasarkan hubungan darah ataupun percintaan. Kakeknya seorang penting yang memiliki dua buah rumah kecil di Dataran Tortilla, dan sangat di hormati karena kekayaannya. Di masa mudanya Danny lebih suka tidur di hutan, bekerja keras di perternakan untuk mendapat sesuap makanan dari dunia yang kejam ini , tapi ini semua bukan karena Danny tidak mempunyai sanak keluarga yang berpengaruh. Danny bertubuh kecil, berkulit kehitaman, dan berkemauan keras. Pada umut dua puluh lima , kakinya melengkung tepat seperti lengkungan pinggang kuda.

Pada waktu Danny berumur dua puluh lima tahun, perang melawan Jerman diumumkan. Danny dan sahabatnya, Pilon ( sambil lalu, Pilon berarti hadiah kecil untuk pembeli bisa suatu jual beli dilakukan), sedang menikmati dua galon anggur waktu mereka mendengan tentang pengumuman perang tersebut.

Tinggalkan Balasan